Asosiasi Penghulu Cabang Trenggalek
Angka bukan sekadar angka. Ia bercerita tentang keluarga, masjid, wakaf, majelis taklim, dan kehidupan keagamaan masyarakat Trenggalek.
SAH ( Suara Aktual Penghulu )

KETIKA MASA TUGAS BERAKHIR, JEJAK PENGABDIAN TETAP TERTINGGAL

Admin Kabupaten · Mr.74 · 1 Oktober 2026

35 Tahun 7 Bulan Mengabdi, Menutup Pengabdian dengan Husnul Khotimah

Selamat Purna Tugas, Bapak Imam Mashudin

Anggota Asosiasi Penghulu Cabang Trenggalek Bidang Humas sekaligus Kepala KUA Kecamatan Trenggalek

Trenggalek, 1 Oktober 2026 —

Ada masa ketika seseorang datang membawa semangat untuk mengabdi. Ada hari-hari panjang yang dilalui dengan tugas, tanggung jawab, pelayanan, dan pengorbanan. Hingga akhirnya, tiba satu hari ketika langkah itu harus berhenti sejenak, bukan karena pengabdian telah selesai, tetapi karena sebuah perjalanan kedinasan telah sampai pada batas waktunya.

Kamis, 1 Oktober 2026, menjadi hari yang istimewa bagi Imam Mashudin.

Setelah 35 tahun 7 bulan menjadi bagian dari keluarga besar Aparatur Sipil Negara Kementerian Agama, beliau resmi menutup lembar panjang perjalanan pengabdiannya.

Namun, bagi keluarga besar penghulu Kabupaten Trenggalek, tanggal itu bukan sekadar penanda berakhirnya masa kerja.

Ia adalah hari ketika sebuah cerita pengabdian berubah menjadi kenangan.

DARI PELAYANAN MENJADI PENGABDIAN

Selama puluhan tahun, seragam kedinasan bukan sekadar pakaian kerja bagi Imam Mashudin.

Di dalamnya ada amanah.

Ada masyarakat yang harus dilayani. Ada keluarga yang membutuhkan bimbingan. Ada pasangan yang datang membawa harapan untuk membangun rumah tangga. Ada persoalan umat yang membutuhkan kehadiran negara melalui pelayanan Kementerian Agama.

Di tengah berbagai dinamika tugas, beliau menjalani semuanya dengan satu kesadaran:

Pengabdian bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi panggilan hati untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Kalimat itu terasa begitu dalam ketika diucapkan pada hari terakhir masa kedinasannya.

Sebab, hanya mereka yang telah melewati perjalanan panjang yang benar-benar memahami bahwa pengabdian tidak selalu tentang keberhasilan yang terlihat.

Kadang, pengabdian adalah tentang tetap hadir ketika lelah.

Tetap melayani ketika menghadapi tantangan.

Tetap tersenyum ketika persoalan datang silih berganti.

Dan tetap menjaga amanah ketika tidak ada seorang pun yang melihat.

35 TAHUN 7 BULAN: SEBUAH PERJALANAN YANG TIDAK SINGKAT

01 April 1992 – 01 Oktober 2026.

Dua tanggal yang menjadi bingkai perjalanan panjang Imam Mashudin sebagai ASN Kementerian Agama.

Di antara dua tanggal tersebut tersimpan begitu banyak cerita.

Ada suka dan duka.

Ada keberhasilan dan kekurangan.

Ada perjumpaan dan perpisahan.

Ada rekan kerja yang datang, tumbuh bersama, kemudian melanjutkan perjalanan masing-masing.

Ada pula wajah-wajah masyarakat yang mungkin tidak pernah mengetahui betapa besar kesungguhan seorang aparatur dalam memberikan pelayanan kepada mereka.

Kini, ketika masa kedinasan itu berakhir, semua pengalaman tersebut menjadi bagian dari sebuah warisan yang tidak tertulis:

teladan tentang arti sebuah pengabdian.

MENJADI BAGIAN DARI KELUARGA BESAR PENGHULU

Di lingkungan Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Cabang Trenggalek, Imam Mashudin juga mengambil bagian dalam perjalanan bersama para penghulu.Sebagai Bidang Humas APRI Cabang Trenggalek, kehadirannya turut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi, kebersamaan, dan wajah organisasi penghulu di tengah masyarakat.Bagi para penghulu, Humas bukan hanya tentang menyampaikan informasi.

Lebih dari itu, Humas adalah tentang menjembatani komunikasi, menjaga hubungan, dan menghadirkan wajah organisasi yang dekat dengan masyarakat.Kini, jabatan kedinasan boleh berakhir.Tetapi persaudaraan tidak mengenal batas pensiun.

Keluarga besar penghulu Trenggalek akan selalu memiliki ruang untuk mengenang dan menyapa beliau.

KETIKA SEORANG SENIOR MEMINTA MAAF

Ada satu bagian yang terasa paling menyentuh dari pesan purna tugas Imam Mashudin.

Dengan kerendahan hati, beliau menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pimpinan, rekan sejawat, staf, dan mitra kerja.

“Saya bukan manusia yang sempurna. Ada langkah yang mungkin kurang tepat, ada kata yang mungkin kurang berkenan. Untuk itu, dari lubuk hati yang paling dalam, saya mohon maaf atas segala khilaf dan kekurangan selama ini.”

Kalimat sederhana.

Namun sangat manusiawi.

Sebab pada akhirnya, perjalanan pengabdian bukan tentang siapa yang tidak pernah salah.

Tetapi tentang siapa yang berani mengakui kekurangan, meminta maaf, dan meninggalkan tempat tugas dengan hati yang lapang.

Dan mungkin, di situlah letak keindahan sebuah purna tugas.

Pergi tanpa membawa dendam.

Meninggalkan tempat kerja tanpa meninggalkan luka.

Dan melangkah menuju kehidupan berikutnya dengan hati yang penuh syukur.

SELAMAT MENEMPUH BABAK BARU

Bapak Imam Mashudin,

Hari ini mungkin Bapak tidak lagi harus mengejar waktu masuk kantor.

Tidak lagi harus memikirkan agenda kedinasan esok pagi.

Tidak lagi harus menghadapi rutinitas administrasi, rapat, pelayanan, dan berbagai dinamika pekerjaan.

Tetapi satu hal yang tidak pernah pensiun:

nilai-nilai pengabdian.

Pengalaman tetap menjadi guru.

Keteladanan tetap menjadi warisan.

Dan kebaikan yang pernah diberikan kepada orang lain akan selalu menemukan jalannya untuk kembali menjadi doa.

Kini, saatnya menikmati hari-hari bersama keluarga.

Saatnya memberikan lebih banyak waktu kepada orang-orang tercinta.

Saatnya menyusun kembali mimpi-mimpi yang mungkin dahulu tertunda karena kesibukan pengabdian.

Dan saatnya menikmati kehidupan dengan rasa syukur.

DOA DARI KELUARGA BESAR PENGHULU TRENGGALEK

Kami, keluarga besar Asosiasi Penghulu Cabang Trenggalek, menyampaikan:

SELAMAT PURNA TUGAS

Bapak Imam Mashudin

Terima kasih atas 35 tahun 7 bulan pengabdian.

Terima kasih atas kebersamaan.

Terima kasih atas persaudaraan.

Terima kasih atas segala kontribusi yang telah diberikan untuk Kementerian Agama, masyarakat, dan keluarga besar penghulu.

Semoga seluruh pengabdian yang telah diberikan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya.

Semoga Allah SWT memberikan kesehatan, ketenteraman, kebahagiaan, dan keberkahan dalam menjalani kehidupan setelah masa kedinasan.

Dan semoga perjalanan panjang tersebut benar-benar ditutup dengan sebuah predikat yang paling indah:

PURNA TUGAS DENGAN HUSNUL KHOTIMAH

Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin.

BUAH MANGGA MANIS RASANYA

DIPETIK DARI POHON YANG RINDANG

USAI SUDAH MASA KERJANYA

KENANGAN MANIS TETAP TERKENANG

01 April 1992 — 01 Oktober 2026

Selamat Jalan di Babak Baru, Bapak Imam Mashudin.

Masa tugas boleh berakhir.

Tetapi pengabdian tidak pernah benar-benar selesai.

Sebab nama yang ditulis dengan tinta kebaikan

akan selalu hidup dalam ingatan orang-orang yang pernah dilayani.

MAJALAH SAH

Suara Aktual Penghulu

Asosiasi Penghulu Cabang Trenggalek

“Mengabdi dengan integritas, melayani dengan hati, meninggalkan jejak dengan keteladanan.”